City Tour Jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL di Madinah, Menelusuri Jejak Peradaban Islam pada Musim Umroh 1448 Hijriyah
City Tour Madinah Menjadi Momen Berharga bagi Jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL
Madinah Al Munawwarah merupakan kota yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah perkembangan Islam. Di kota inilah Rasulullah SAW membangun fondasi masyarakat Islam setelah hijrah dari Makkah. Berbagai peristiwa penting yang menjadi tonggak peradaban Islam juga terjadi di Madinah, sehingga kota ini selalu menjadi destinasi yang dinantikan oleh setiap jamaah umroh.
Selain memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi, jamaah umroh umumnya mengikuti kegiatan city tour untuk mengunjungi berbagai lokasi bersejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Melalui kegiatan tersebut, jamaah dapat menyaksikan secara langsung tempat-tempat yang selama ini hanya dikenal melalui Al-Qur'an, hadis, maupun kajian sejarah Islam.
Pada Selasa, 7 Juli 2026, jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL yang mengikuti Program Umroh 16 Hari Musim 1448 Hijriyah melaksanakan agenda City Tour Madinah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan ibadah yang dirancang agar jamaah tidak hanya memperoleh pengalaman spiritual melalui ibadah, tetapi juga memahami sejarah perjuangan Islam secara lebih mendalam.
Didampingi pembimbing ibadah dan tim pendamping, rombongan mengunjungi Masjid Quba, Kebun Kurma, Jabal Uhud, serta melewati Masjid Qiblatain dan kawasan Perang Khandaq atau Masjid Sab'ah. Di setiap lokasi, jamaah memperoleh penjelasan mengenai sejarah, hikmah, dan peristiwa penting yang pernah terjadi sehingga perjalanan menjadi lebih bermakna.
Mengawali City Tour dengan Mengunjungi Masjid Quba
Perjalanan dimulai dari Masjid Quba, sebuah masjid yang memiliki nilai sejarah sangat tinggi dalam Islam. Masjid ini dikenal sebagai masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW setelah beliau berhijrah dari Makkah menuju Madinah pada tahun pertama Hijriyah.
Sebelum memasuki Kota Madinah, Rasulullah SAW singgah selama beberapa hari di kawasan Quba. Bersama para sahabat, beliau turut meletakkan dasar pembangunan masjid yang kemudian dikenal sebagai Masjid Quba. Keberadaan masjid ini menjadi simbol awal terbentuknya masyarakat Islam yang berlandaskan ketakwaan.
Keutamaan Masjid Quba juga disebutkan dalam Al-Qur'an, Surah At-Taubah ayat 108, yang menjelaskan bahwa masjid tersebut didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama. Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan umat Islam untuk mengunjunginya. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi disebutkan bahwa orang yang bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba untuk melaksanakan salat dua rakaat akan memperoleh pahala seperti satu kali umrah.
Sesampainya di Masjid Quba, jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL melaksanakan salat sunnah, memperbanyak doa, serta mendengarkan penjelasan dari pembimbing mengenai perjalanan hijrah Rasulullah SAW. Suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan membuat banyak jamaah merasakan kedamaian sekaligus rasa syukur karena dapat beribadah di salah satu masjid paling bersejarah dalam Islam.
Mengenal Kekayaan Madinah melalui Kebun Kurma
Setelah dari Masjid Quba, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu Kebun Kurma di sekitar Kota Madinah.
Kurma telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Madinah sejak zaman Rasulullah SAW. Buah ini bukan hanya menjadi sumber pangan utama, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang besar. Hingga saat ini, Madinah dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kurma berkualitas di dunia.
Di lokasi tersebut, jamaah diperkenalkan dengan berbagai jenis kurma, mulai dari Ajwa, Safawi, Sukari, Amber, hingga beberapa varietas lainnya yang memiliki cita rasa dan karakteristik berbeda.
Kurma Ajwa menjadi salah satu yang paling diminati karena dalam beberapa hadis disebutkan keutamaannya. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kurma Ajwa termasuk kurma yang memiliki keberkahan bagi orang yang mengonsumsinya.
Selain memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya, perawatan, hingga masa panen, jamaah juga berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan kurma serta membeli oleh-oleh khas Madinah untuk keluarga di Indonesia.
Kegiatan di kebun kurma menjadi pengalaman menarik karena jamaah dapat melihat secara langsung salah satu komoditas yang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Madinah sejak lebih dari empat belas abad yang lalu.
Menapaki Jejak Perjuangan di Jabal Uhud
Perjalanan kemudian berlanjut menuju Jabal Uhud, salah satu lokasi yang paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Islam.
Gunung Uhud membentang sepanjang kurang lebih tujuh kilometer di sebelah utara Kota Madinah. Di kawasan inilah terjadi Perang Uhud pada tahun ketiga Hijriyah antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy Makkah.
Pada awal peperangan, pasukan Muslim memperoleh kemenangan. Namun keadaan berubah ketika sebagian pasukan pemanah meninggalkan pos yang telah ditentukan oleh Rasulullah SAW demi mengambil harta rampasan perang. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid untuk menyerang dari arah belakang sehingga kondisi peperangan berbalik.
Peristiwa tersebut menjadi pelajaran besar mengenai pentingnya menaati perintah pemimpin, menjaga disiplin, dan tidak tergoda oleh kepentingan duniawi ketika menjalankan amanah.
Di kawasan Jabal Uhud juga terdapat makam sekitar tujuh puluh syuhada, termasuk Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib RA, paman Rasulullah SAW yang dikenal sebagai Singa Alloh karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela Islam.
Rasulullah SAW memiliki kecintaan yang mendalam kepada Gunung Uhud. Dalam sebuah hadis beliau bersabda, "Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kami mencintainya." Hadis tersebut menunjukkan kedudukan istimewa Jabal Uhud dalam sejarah Islam.
Bagi jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL, berada di kawasan Jabal Uhud menjadi pengalaman yang sangat mengesankan. Penjelasan sejarah yang disampaikan pembimbing membuat jamaah dapat membayangkan bagaimana perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat mempertahankan Islam dalam situasi yang penuh ujian.
Melewati Masjid Qiblatain, Saksi Perubahan Arah Kiblat
Setelah mengunjungi Jabal Uhud, rombongan melanjutkan perjalanan melewati Masjid Qiblatain.
Masjid ini memiliki sejarah yang sangat penting karena menjadi lokasi terjadinya perubahan arah kiblat umat Islam. Pada awalnya, kaum Muslim melaksanakan salat menghadap ke Baitul Maqdis di Palestina. Kemudian Alloh SWT menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW agar arah kiblat dipindahkan menuju Ka'bah di Makkah.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah SAW sedang memimpin salat berjamaah. Di tengah pelaksanaan salat, turun perintah untuk mengubah arah kiblat. Rasulullah SAW bersama para sahabat pun langsung berbalik menghadap Ka'bah tanpa membatalkan salat.
Karena peristiwa itulah masjid ini dikenal dengan nama Masjid Qiblatain, yang berarti "masjid dengan dua kiblat". Hingga kini, lokasi tersebut menjadi salah satu tujuan ziarah sejarah bagi jamaah umroh maupun haji dari berbagai negara.
Meskipun rombongan hanya melewati kawasan ini, pembimbing tetap memberikan penjelasan mengenai makna perubahan kiblat sebagai simbol ketaatan umat Islam terhadap perintah Alloh SWT sekaligus penegasan identitas umat Islam sebagai umat yang mengikuti syariat Rasulullah SAW.
Mengenang Strategi Perang Khandaq di Kawasan Masjid Sab'ah
City tour kemudian dilanjutkan dengan melewati kawasan Perang Khandaq yang juga dikenal sebagai Masjid Sab'ah.
Perang Khandaq terjadi pada tahun kelima Hijriyah ketika Kota Madinah dikepung oleh pasukan gabungan Quraisy dan beberapa kabilah Arab. Jumlah pasukan musuh jauh lebih besar dibandingkan kaum Muslimin sehingga diperlukan strategi yang tidak biasa untuk mempertahankan kota.
Atas usulan Salman Al-Farisi RA, Rasulullah SAW memerintahkan kaum Muslim menggali parit besar di sisi utara Madinah yang menjadi jalur paling memungkinkan untuk diserang. Strategi tersebut merupakan hal baru bagi bangsa Arab saat itu dan terbukti berhasil menghambat pergerakan pasukan musuh.
Setelah pengepungan berlangsung selama beberapa minggu, Alloh SWT mengirimkan angin kencang yang memorak-porandakan perkemahan pasukan musuh sehingga mereka akhirnya membatalkan penyerangan dan kembali ke daerah masing-masing. Peristiwa tersebut diabadikan dalam Surah Al-Ahzab sebagai salah satu bukti pertolongan Alloh kepada kaum Muslimin.
Di kawasan inilah kemudian dibangun beberapa masjid kecil yang dikenal sebagai Masjid Sab'ah atau tujuh masjid, sebagai pengingat perjuangan Rasulullah SAW beserta para sahabat dalam mempertahankan Kota Madinah.
Bagi jamaah, penjelasan mengenai Perang Khandaq memberikan pelajaran bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pasukan, tetapi juga oleh keimanan, persatuan, strategi yang tepat, dan pertolongan Alloh SWT.
City Tour Bukan Sekadar Wisata, Tetapi Sarana Menambah Keimanan
Selama mengikuti city tour, jamaah tidak hanya menikmati perjalanan menuju lokasi-lokasi bersejarah, tetapi juga memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Melihat langsung tempat-tempat yang menjadi saksi perjuangan Islam memberikan kesan mendalam yang sulit diperoleh hanya melalui bacaan.
Banyak jamaah mengaku semakin memahami makna hijrah, pengorbanan para sahabat, pentingnya persatuan umat, serta besarnya perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tanah air.
Komitmen PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL dalam Memberikan Layanan Umroh Berkualitas
Melalui agenda City Tour Madinah ini, PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan perjalanan umroh yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga memberikan edukasi sejarah Islam kepada setiap jamaah.
Pendampingan oleh pembimbing ibadah yang berpengalaman memungkinkan setiap lokasi ziarah dijelaskan secara informatif sehingga jamaah memahami nilai sejarah, hikmah, dan pesan yang terkandung di balik setiap peristiwa. Dengan demikian, perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya menjadi pengalaman spiritual, tetapi juga menjadi sarana memperdalam wawasan keislaman.
Semoga seluruh rangkaian ibadah yang dijalani oleh jamaah PT. UGT MASTOUR DAN TRAVEL pada musim Umroh 1448 Hijriyah diterima oleh Alloh SWT, diberikan kemudahan dalam setiap langkah, serta kembali ke Indonesia dengan membawa predikat umroh yang mabrur dan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.



